Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pantas Mahal, Ternyata Ini Peran Cacing Tanah untuk Kesuburan Tanaman

Pantas Mahal, Ternyata Ini Peran Cacing Tanah untuk Kesuburan Tanaman

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Kehidupan di bawah tanah sering kali menampakkan keajaibannya sendiri, terutama dalam konteks pertumbuhan tanaman.

Salah satu fenomena yang memukau adalah peran cacing tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman.

Meskipun kehadiran mereka sering kali tak terlihat, dampaknya terasa begitu nyata.

Bahkan, hewan yang dianggap menjijikkan ini memiliki nilai jual yang tinggi atau mahal, serta memberikan keuntungan berlimpah jika dibudidayakan.

Dengan aktivitasnya yang rajin menggali dan memindahkan tanah, cacing tanah memberikan manfaat luar biasa bagi ekosistem tanah.

Tetapi, apa yang membuat cacing ini begitu penting bagi pertumbuhan tanaman?

Salah satu kontribusi utama cacing ini adalah melalui proses yang dikenal sebagai “vermicomposting” atau kompos cacing.

Ini terjadi ketika cacing mengonsumsi bahan organik seperti dedaunan dan sisa-sisa tanaman yang telah mati, kemudian memprosesnya menjadi pupuk yang sangat kaya akan nutrisi.

Pupuk ini kemudian dilepaskan kembali ke tanah melalui ekskresi cacing, menyediakan makanan yang penting bagi tanaman.

Selain itu, aktivitas menggali dari kelompok filum Annelida tersebut akan membantu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan sirkulasi udara dan drainase.

Ini memungkinkan akar tanaman untuk tumbuh lebih dalam dan menyerap nutrisi dengan lebih efisien.

Tetapi, yang lebih mengejutkan lagi adalah kemampuan cacing untuk meningkatkan kandungan mineral penting dalam tanah, seperti fosfor dan kalium.

Hewan Invertebrata ini kemudian mengambil mineral-mineral tersebut dari lapisan tanah yang lebih dalam dan menghasilkan kembali ke permukaan tanah melalui aktivitasnya yang terus-menerus.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bek anyar asal Serbia, Strahinja Pavlovic, resmi ke AC Milan (@acmilan/Instagram/Lintas Sumba)

    AC Milan Resmi Rekrut Strahinja Pavlovic dari Red Bull Salzburg

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – AC Milan telah resmi mendatangkan bek anyar asal Serbia, Strahinja Pavlovic, dari klub Austria, Red Bull Salzburg. Pengumuman transfer Pavlovic dilakukan oleh klub Serie A tersebut, pada Kamis, 01 Agustus 2024, dini hari WIB melalui situs resmi mereka. “AC Milan dengan bangga mengumumkan perekrutan Strahinja Pavlovic dari Red Bull Salzburg. Bek asal […]

  • Gambar Ilustrasi. Paus dan Kardinal Gereja Katolik Roma (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bisakah Setiap Pria Katolik Menjadi Paus? Ini Penjelasan Sejarah dan Aturannya

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pertanyaan menarik yang kerap muncul setiap kali Gereja Katolik menghadapi proses pemilihan paus adalah: Apakah setiap pria Katolik yang telah dibaptis bisa menjadi Paus? Jawabannya mungkin mengejutkan banyak orang: secara hukum Gereja, ya, bisa. Menurut hukum kanonik, setiap pria Katolik yang sudah dibaptis dan masih hidup secara teknis bisa dipilih menjadi paus. […]

  • Gambar Ilustrasi. Seorang wartawan sedang menjalankan kerja jurnalistik. Ketua DPD Partai Perindo, Yusuf Bora, diduga lecehkan profesi wartawan (Bruce Emmerling/Pixabay/Lintas Sumba)

    Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Yusuf Bora Dikecam Pewarta SBD

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pernyataan kontroversial Yusuf Bora memicu kecaman dari kalangan jurnalis di Sumba Barat Daya (SBD). Ketua DPD Partai Perindo SBD itu diduga merendahkan profesi wartawan saat berbicara via telepon dengan Freddy Ladi, jurnalis TVRI. “Kalian wartawan kalau tidak ada berita maka tidak ada uang,” ungkap Freddy kepada Lintassumba.com, pada Senin, 9 Juni 2025 […]

  • Foto Bersama Kapolres SBD AKBP Sigit Harimbawan bersama Jajaran Polres SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Polres SBD Rayakan HUT Bhayangkara ke-78, Kapolda NTT Minta Jajaran Dukung Perekonomian Daerah

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Polres Sumba Barat Daya (SBD), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-78. Acara tersebut digelar di Mako Polres SBD, Desa Kadipada, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Senin, 01 Juli 2024. Adapun tema HUT Bhayangkara kali ini yakni “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan […]

  • Gambar Ilustrasi. Dua wanita gaza sedang menutup telinga karena mendengar suara tembakan (Hosny Salah/Pixabay/Lintas Sumba)

    Akibat Perang, 60.000 Wanita Hamil di Gaza Kekurangan Gizi

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sekitar 60.000 wanita hamil di Gaza mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi sebagai dampak dari konflik Hamas dan Israel. Pernyataan dari kementerian muncul pada Tanggal 08 Maret 2024 yang adalah Hari Perempuan Internasional. Menurut kementerian tersebut, para wanita hamil di Jalur Gaza menghadapi kekurangan pelayanan kesehatan. Sekitar 49 persen […]

  • Terduga majikan (kiri), dan Intan (kanan), ART yang disiksa dengan brutal (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Disiksa Majikan di Batam, Intan Asal Sumba Luka Parah dan Trauma Berat

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Loli, Sumba Barat, jadi korban penyiksaan brutal di rumah majikannya di Batam. Insiden kekerasan terjadi di kawasan elit Sukajadi. Intan dipukul dengan sapu dan obeng, ditendang di wajah, dada, hingga kemaluan. Tak hanya fisik, ia juga dihina dengan makian keji: “anjing”, “babi”, bahkan “lonte”. Kekerasan itu […]

expand_less