Angin Puting Beliung Hantam SBD, Rumah Warga Runtuh Hingga Kabel Berserakan di Jalanan
- account_circle Hans Wea
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintas Sumba – Angin puting beliung menghantam Kampung Langata, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya (SBD) pada Senin, (08/12/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Dalam hitungan detik, angin yang berputar ganas itu menguncang kepanikan besar bagi warga dan menyebapkan puluhan rumah roboh.
Berdasarkan siaran langsung Thomas Dona dalam akun Facebook-nya menunjukan
bagaimana kampung mereka porak-poranda, atap dan tembok rumah berserakan, serta pepohonan tumbang di mana-mana.
Dengan suara bergetar menahan pilu, Thomas menyampaikan kekecewaan dan kepedihan mendalam atas cobaan yang menimpa kampungnya.
Live streaming tersebut memperlihatkan setidaknya tiga rumah yang hancur lebur, termasuk sebuah rumah duka yang dilaporkan hilang tersapu angin.
Tak hanya bangunan yang rusak berat, Thomas juga menyoroti ancaman lain yang mengintai warga.
Ia meminta bantuan cepat dari pemerintah setempat, terutama kepada PT PLN, karena jaringan listrik tercabik angin dan kabel-kabel menjuntai berbahaya di tengah jalan.
“Kami meminta bantuan pemerintah terkait, lebih khusus PLN, karena semua kabel listrik bertebaran di jalan. Tidak satupun kendaraan yang bisa melintasi jalan ini,” tandasnya dalam siaran langsung.
Sambil menelusuri puing-puing rumah warga, Thomas menunjukkan bagaimana beberapa bangunan rata dengan tanah, menyisakan hanya sisa kayu dan seng yang berserakan.
“Ini rumah warga rata dengan tanah akibat angin puting beliung, Kami harapkan bantuan cepat agar dapat ditangani,” jelasnya sembari menunjukkan kerusakan lainnya.
Tak berhenti di situ, Thomas juga mengungkapkan bahwa kerusakan serupa meluas ke wilayah lain di sekitar kampungnya.
“Menurut informasi di kampung bagian bawah juga banyak rumah yang roboh,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Langata masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa sambil menunggu kehadiran pihak berwenang.***
- Penulis: Hans Wea








Saat ini belum ada komentar