Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Indonesia Dorong MBG di Forum PBB

Indonesia Dorong MBG di Forum PBB

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Indonesia menegaskan komitmennya membangun generasi unggul lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di forum internasional.

Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Ruddyard menyatakan MBG menjadi bagian nyata menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Program ini menyasar siswa, santri, ibu hamil, menyusui, dan balita, dengan fokus pada gizi, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

Program ini juga, kata Febrian, bukan hanya soal makanan, tetapi mencakup isu gizi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, hingga pengurangan kemiskinan.

“Ini investasi jangka panjang untuk pembangunan manusia,” ujar Febrian dalam forum High-Level Political Forum (HLPF) di Markas PBB, New York, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Dalam side event bertajuk Feeding the Future, Indonesia berbagi pengalaman bersama Qatar, Finlandia, Bulgaria, Jepang, UNICEF, dan ADB.

Forum ini membahas pendekatan lintas sektor dalam pelaksanaan MBG, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga pengelolaan pangan dan limbah.

Bappenas disebut memainkan peran kunci dalam koordinasi kebijakan, perencanaan anggaran, serta evaluasi program.

Kolaborasi antar kementerian dan lembaga terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan program di seluruh wilayah.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (1)

  • Mateus S Modu

    Lebih efektif kalau program MBG di ganti dengan Kuliah gratis, sehingga seluruh anak bangsa bisa mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, sehingga dengan sendirinya anak bangsa cerdas, makanan bergizi bisa terpenuhi. Kalau pelayanan MBG ini hanya sesaat, selesai program selesai juga MBG nya, ibarat pemerintah memberi ikan, ikan selesai di Makan maka habis sudah ikannya, lebih baik kuliah gratis ibarat pemerintah memberikan kail atau jaring utk pancing dan tangkap ikan secara terus menerus. Itu baru efektif

    Balas2 Agustus 2025 10:10

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Provinsi NTT Dominggus Dama bersama masyarakat Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Sentuhan Kecil Penuh Makna, Dominggus Dama Bawa Harapan Baru bagi Masyarakat Desa Bondo Boghila

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebuah sentuhan kecil namun bermakna telah dirasakan oleh masyarakat Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini terjadi berkat kepedulian dan aksi sosial dari Dominggus Dama, seorang anggota DPR Provinsi NTT dan Ketua Yayasan D’Dama. Pada kunjungannya yang pertama kali ke desa tersebut, […]

  • Proses Perkawinan Tanaman

    Mengenal Lebih Dekat Proses Perkawinan Tanaman

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Proses perkawinan tanaman, yang secara ilmiah dikenal sebagai pembuahan atau polinasi, merupakan inti dari keberhasilan reproduksi dan kelangsungan hidup tumbuhan. Meskipun sering kali terjadi di alam tanpa kita sadari, namun proses ini merupakan dasar dari keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita. Mari kita telusuri lebih jauh tentang rahasia proses perkawinan tanaman […]

  • Calon Presiden RI (dari kiri ke kanan) Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo (Lintas Sumba)

    Anies, Prabowo atau Ganjar? Ini yang Berpeluang jadi Pemimpin

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebentar lagi pemilihan umum (pemilu) akan dilakukan. Para calon legislatif (caleg) maupun pasangan calon presiden dan calon wakil presiden saling berkompetisi untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari masyarakat. Tak dapat dipisahkan dari pandangan fengshui dan metafisika China. Peluang kepemimpinan untuk tahun ini juga berhubungan dengan pandangan tersebut. Beberapa waktu lalu, Ahli Fengshui […]

  • Wabah Penyakit Kembali Melanda Ternak Babi di Sumba Barat, Warga: Banyak Sekali yang Mati!

    Wabah Penyakit Kembali Melanda Ternak Babi di Sumba Barat, Warga: Banyak Sekali yang Mati!

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dilanda wabah penyakit yang mengancam peternakan babi. Wabah ini menjadi sorotan karena dampaknya yang merugikan bagi ekonomi lokal dan kehidupan masyarakat setempat. Penyakit yang kembali muncul ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan peternak babi, karena telah mengakibatkan kematian massal pada ternak babi dan menimbulkan […]

  • Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya dan menegaskan soal audit dana desa (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pertegas Soal Audit Dana Desa, Bupati SBD: Dana Banyak, Kok Tidak Ada Kemajuan?

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan komitmennya untuk mengaudit pengelolaan dana desa. Hal tersebut dilakukan guna memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran. “Ketegasan saya bahwa saya ingin desa diaudit,” tegas Bupati SBD, saat ditemui wartawan, pada Kamis, 6 Maret 2025, di ruang kerjanya. Dia mengungkapkan, bahwa pemeriksaan dilakukan […]

  • Bantuan pangan beras 10 kilogram disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program Badan Pangan Nasional (Humas Badan Pangan Nasional)

    Bantuan Beras 10 Kilogram Diperpanjang hingga September 2026, 33,24 Juta Keluarga Jadi Penerima

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan untuk menjaga daya beli masyarakat dan membantu menjaga stabilitas harga pangan nasional. Program ini menyasar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut kembali disalurkan untuk periode Juli, Agustus, hingga September 2026. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan […]

expand_less