Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nyale, Cacing Laut yang Dimakan: Eksplorasi Kuliner yang Unik dan Bergizi

Nyale, Cacing Laut yang Dimakan: Eksplorasi Kuliner yang Unik dan Bergizi

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Nyale, dikenal juga sebagai ‘spaghetti dari laut‘. Mungkin bukan makanan sehari-hari bagi kebanyakan orang, tetapi bagi beberapa budaya, ini adalah sumber protein yang lezat dan bergizi.

Makan cacing laut dapat terdengar asing atau bahkan mengejutkan, namun kebiasaan ini telah lama ada di beberapa komunitas pesisir di seluruh dunia.

Artikel ini akan menjelajahi dunia cacing laut yang dimakan, memberikan wawasan tentang nilai gizi mereka, dan bagaimana mereka disiapkan untuk konsumsi.

Jenis Cacing Laut yang Dimakan

Salah satu jenis cacing laut yang paling terkenal dan sering dikonsumsi adalah cacing palolo.

Cacing ini banyak ditemukan di Pasifik Selatan dan merupakan bagian penting dari diet lokal di tempat-tempat seperti Samoa dan Fiji.

Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang diketahui menjadi habitat cacing tersebut, di antaranya Sumba, Maluku dan Lombok.

Cacing yang biasa disebut Nyale/Nale oleh masyarakat sumba ini memiliki rasa yang khas dan biasanya dikumpulkan untuk dimakan saat Nyale bermunculan di permukaan laut dalam fenomena tahunan yang dikenal sebagai “munculnya cacing nyale”.

Nilai Gizi Cacing Laut

Cacing laut adalah sumber protein yang sangat baik, rendah lemak, dan kaya akan nutrisi penting seperti omega-3 asam lemak, zat besi, dan zinc.

Cacing ini juga mengandung berbagai vitamin, termasuk vitamin B12 yang penting untuk kesehatan saraf dan darah. Karena nilai gizi yang tinggi ini, cacing laut sering dianggap sebagai makanan super dari laut.

Persiapan dan Konsumsi

Cacing laut dapat diolah dengan berbagai cara tergantung pada tradisi kuliner setempat.

Di beberapa tempat, cacing laut dimakan mentah, sering kali dicampur dengan jus lemon atau jeruk nipis untuk menambah rasa.

Di tempat lain, cacing laut bisa digoreng, direbus, atau bahkan dijadikan sup.

Resep Cacing Palolo

Sebagai contoh, berikut adalah resep sederhana untuk memasak cacing palolo, yang dapat Anda coba jika berkesempatan:

Bahan-Bahan:

  • Segenggam cacing palolo segar
  • Jus lemon atau jeruk nipis
  • Bawang hijau, iris tipis
  • Cabe rawit, iris tipis (opsional)
  • Garam dan lada secukupnya

Langkah-Langkah:

  1. Bersihkan cacing: Bilas cacing palolo dengan air laut atau air tawar untuk membersihkannya.
  2. Marinasi: Campur cacing dengan jus lemon atau jeruk nipis, biarkan selama beberapa menit agar rasa asamnya meresap.
  3. Tambahkan bumbu: Tambahkan bawang hijau, cabe rawit, garam, dan lada.
  4. Sajikan: Cacing palolo siap disajikan sebagai hidangan mentah yang segar atau dapat dimasukkan ke dalam resep lain sesuai selera.

Meskipun mungkin bukan pilihan pertama bagi banyak orang, cacing laut adalah bagian dari diet tradisional di beberapa komunitas dan memiliki nilai gizi yang signifikan.

Dengan rasa yang unik dan kandungan gizi yang tinggi, cacing laut bisa menjadi penambahan yang menarik dan sehat untuk menu makanan laut.

Baik itu untuk mencoba sesuatu yang baru atau untuk menggali lebih dalam tradisi kuliner, cacing laut adalah topik yang layak untuk dijelajahi lebih lanjut oleh para penikmat makanan dan petualang kuliner.***

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar Ilustrasi. Bakso Kelor (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Inovasi Kuliner: Cara Membuat Bakso dari Daun Kelor

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Daun kelor, dengan segudang manfaat kesehatan dan gizinya yang kaya, kini menjadi bahan utama dalam inovasi kuliner yang menarik seperti bakso dari daun kelor. Memadukan cita rasa lezat dan kandungan gizi yang tinggi, bakso ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan. Berikut adalah cara membuat bakso daun […]

  • Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terseret kasus korupsi Bank BJB (@ridwankamil/Instagram/Lintas Sumba)

    Ridwan Kamil Terseret Kasus Korupsi Bank BJB, KPK Ungkap Status Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebuah video di YouTube mengklaim bahwa mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bank BJB oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Narasi dalam video itu bahkan menyebutkan bahwa KPK menangkap Ridwan Kamil bersama lima konglomerat terkait skandal tersebut. Namun, benarkah demikian? Saat ditelusuri, KPK memang menggeledah rumah Ridwan […]

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat membuka Pra Musrenbang Stunting di Kecamatan Wewewa Selatan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Buka Pra Musrenbang Stunting, Angga Kaka: Aset Paling Berharga itu Anak-Anak!

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pra Musrenbang Stunting menjadi ajang penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk menggalang komitmen bersama menekan angka stunting. Kegiatan ini digelar di Sentra Bambu, Kecamatan Wewewa Selatan, pada Senin, 11 Agustus 2025. Acara tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka. Dalam sambutannya, Angga Kaka, sapaan akrabnya, […]

  • Gambar ini menggambarkan suasana penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Di dalam sebuah kamar kecil, terdapat noda darah yang mencemari lantai dan tempat tidur. Di meja, terlihat beberapa barang bukti, seperti pisau cutter, tisu bekas, dan ponsel, yang memberikan petunjuk mengenai kejadian tersebut. Wanita Michat Riau.

    Peristiwa Tragis Kamar 105: Wanita Michat Dibunuh Pria 19 Tahun

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Seorang pria bernama Alex Indra Lexmana Sihombing (19), harus diamankan polisi lantaran terlibat kasus pembunuhan. Laki-laki pradewasa itu dikabarkan menjadi penyebab meninggalnya Wiji Imelda (20). Korban tersebut ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Kartini, Kelurahan Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, pada Senin, 9 Desember 2024. Sementara pelaku […]

  • Kesimpulan RDP Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Terkait Polemik PPPK 2:36 Play Button

    Kesimpulan RDP Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Terkait Polemik PPPK

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik PPPK Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang dilaksanakan, pada Jumat, 20 Juni 2025, berlangsung lama dan melelahkan. Bagaimana tidak? Masing-masing pihak mempertahankan argumennya. Meski berlarut-larut, RDP yang berlangsung dari siang hingga malam selama tujuh jam tersebut menghasilkan 6 poin kesimpulan penting. Simak penyampaikan Ketua DPRD SBD, […]

  • 5 Tempat Wisata di Sumba yang Sudah Memakan Korban: Keindahan yang Menyimpan Bahaya. Salah satunya Air Terjun Lapopu.

    5 Tempat Wisata di Sumba yang Sudah Memakan Korban

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pulau Sumba dikenal dengan pesona alamnya yang menawan dan keindahan pantainya yang memukau. Namun, di balik keindahan alam yang ditawarkan, beberapa tempat wisata di Sumba telah menjadi lokasi kecelakaan tragis yang memakan korban jiwa. Artikel ini mengulas 5 tempat wisata di Sumba yang pernah memakan korban, dan bagaimana kita sebagai wisatawan harus […]

expand_less