LINTAS SUMBA – PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, jajaran PDI Perjuangan NTT turun langsung ke tiga kecamatan di wilayah Kodi untuk menyalurkan bantuan sembako.
Tiga kecamatan terdampak tersebut yakni kecamatan Kodi, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Bidang Politik sekaligus Korwil Sumba, Anton Landi, bersama Ketua DPC PDIP SBD yang juga Wakil Bupati SBD, Dominikus A. Rangga Kaka.
Turut hadir saat itu Ketua Fraksi PDIP DPRD SBD, Octavianus Dapa Talu, Anggota DPRD SBD, Marselinus Ate, serta sejumlah fungsionaris dan simpatisan partai.
Anton Landi menegaskan, kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama saat warga menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Kami akan selalu hadir, menangis dan tertawa bersama rakyat, terlebih di masa-masa sulit seperti ini,” ujarnya.
Anton juga menyampaikan salam dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, kepada warga terdampak gempa.
“Ada salam dari Pak Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Pak Yunus Takandewa, untuk bapa mama di sini. Ini beban kita bersama. Tetap semangat, kita pasti bisa melewati ini sama-sama,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, tim menyalurkan bantuan sembako sekaligus meninjau kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Bantuan yang disalurkan antara lain beras, telur, dan mi instan. Selain itu, anak-anak di desa tersebut juga menerima bantuan bola kaki dan bola voli.
Pemberian perlengkapan olahraga itu ditujukan untuk mendukung pemulihan psikologis atau trauma healing anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.
Penyaluran bantuan berlanjut pada Jumat, 9 Oktober 2026, dengan menyasar warga terdampak gempa di Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan.”
Di wilayah ini, bantuan sembako kembali diberikan kepada warga, sementara tim juga meninjau kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Selain menyalurkan sembako, PDI Perjuangan NTT juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak gempa.
Di SDN Potto Katilu, Desa Lolo Ole, Kecamatan Wewewa Barat, siswa menerima bingkisan berupa buku dan bolpoin.
Pantauan media ini, kegiatan belajar di sekolah tersebut berlangsung di tenda sementara setelah gempa.
“Ruangan boleh rusak dan retak tapi semangat tidak boleh runtuh dan surut termasuk Bapa Ibu Guru. Saya beri apresiasi untuk itu,” tutur Anton Landi.
Anton juga menyatakan akan berkoordinasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) serta mengupayakan bantuan terpal bagi warga terdampak gempa.***


Tinggalkan Balasan