LINTAS SUMBA – Gempa bumi mengguncang wilayah Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi.
Peristiwa ini menyebabkan satu warga meninggal dunia serta puluhan bangunan mengalami kerusakan.
Gempa terjadi pukul 06.55 WITA dengan parameter awal magnitudo 6,1 dan kemudian diperbarui BMKG menjadi magnitudo 5,9.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, episenter gempa berada di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 30 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan masyarakat diminta tetap tenang serta menjauhi bangunan yang retak atau rusak.
Guncangan terkuat tercatat mencapai VI MMI di Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo dan Kodi Balaghar.
Guncangan juga dirasakan dengan intensitas IV MMI di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul dan Raba, serta III MMI di Kota Bima.
Hingga pukul 08.05 WIB atau 09.05 WITA, BMKG mencatat sebanyak 62 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,5 hingga 4,3.
Aktivitas kegempaan kemudian terus berlangsung. Data BMKG yang dihimpun hingga pukul 13.00 WIB atau 14.00 WITA mencatat total 173 gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 4,3, sedangkan yang terkecil mencapai magnitudo 1,2.
Pada Minggu malam, 4 Oktober 2026 pukul 21.59.43 WIB atau 22.59.43 WITA, BMKG kembali mencatat gempa bumi dengan magnitudo 4,8.


Tinggalkan Balasan