Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan dan Kota Tambolaka.
Sebanyak 13 fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk sejumlah gereja, fasilitas kesehatan, sekolah dan kantor pelayanan publik.
Selain kerusakan bangunan, gempa tersebut juga menyebabkan korban jiwa.
Kepolisian Sektor (Polsek) Kodi Utara melaporkan bahwa seorang warga lanjut usia berusia 73 tahun meninggal dunia setelah mengalami syok ketika gempa mengguncang.
Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi, mengatakan bahwa korban sempat keluar rumah setelah melihat keluarganya berhamburan menyelamatkan diri, tetapi kemudian jatuh dan tidak sadarkan diri.
Korban pun akhirnya meninggal dunia dan jenazahnya disemayamkan di rumah duka.
Sebelumnya, BNPB juga melaporkan seorang warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
Korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Dengan demikian, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga Minggu malam, gempa SBD telah menyebabkan satu warga meninggal dunia, satu warga mengalami luka ringan, serta puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Namun, jumlah kerusakan masih dapat berubah karena BPBD dan pemerintah daerah masih melakukan pendataan serta verifikasi di sejumlah lokasi terdampak.
BMKG meminta masyarakat tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan terus memantau perkembangan gempa melalui kanal resmi.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman oleh pihak berwenang.***


Tinggalkan Balasan