Gempa tersebut berlokasi di koordinat 9,71° LS dan 118,98° BT, atau sekitar 13 kilometer sebelah selatan Kodi, dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG pun mencatat total 257 kali gempa bumi susulan telah terjadi di wilayah yang sama itu.
Gempa susulan tersebut masih dipantau BMKG dan masyarakat diimbau menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat guncangan.
Dampak gempa kemudian mulai terdata di sejumlah wilayah SBD dan Sumba Barat.
Data awal BNPB mencatat sedikitnya 20 rumah di SBD terdampak, terdiri dari 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
Kerusakan tersebut tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi dan Homba Karipit.
Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah, satu fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Di Kabupaten Sumba Barat, BNPB mencatat tiga rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan serta dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada plafon dan tembok.
Pendataan pun kemudian terus berkembang sepanjang hari.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD yang dikutip RRI hingga pukul 12.43 WITA, jumlah rumah rusak di SBD mencapai 27 unit, sementara sembilan fasilitas umum juga mengalami kerusakan ringan.
Fasilitas umum yang terdampak antara lain rumah sakit, puskesmas dan sekolah, sementara tim BPBD masih melakukan pemutakhiran data di lapangan.
Pada perkembangan berikutnya, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyebut jumlah rumah rusak mencapai 56 unit, terdiri dari 50 rusak ringan, enam rusak sedang dan satu rusak berat.


Tinggalkan Balasan