Pimpin HUT ke-81 RI, Bupati SBD Paparkan Lompatan Pembangunan SBD: Kasus Malaria Turun Drastis dari 2.075 Jadi 360
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati dan Wakil Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka, dalam momentum HUT ke-81 RI (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemkab SBD juga menjalin kerja sama dengan Satu Hati Charity dari Republik Ceko. Kolaborasi tersebut mencakup pemeriksaan mata, pembagian kacamata gratis, pemeriksaan kehamilan, hingga bantuan berbagai peralatan medis untuk RSUD Reda Bolo.
Capaian lain yang menjadi perhatian adalah keberhasilan pengendalian malaria. Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati, jumlah kasus malaria di SBD turun dari 2.075 kasus pada 2025 menjadi 360 kasus hingga akhir Juli 2026.
Penurunan tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk mengejar target eliminasi malaria pada 2030. Upaya pengendalian terus diperkuat melalui optimalisasi Gerakan Berantas Malaria Sehari (GEMAS) dan Gerakan Serentak Malaria (GSM).
Pemerintah daerah juga terus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pola jemput bola. Pelayanan dilakukan hingga ke desa-desa, rumah adat, gereja, maupun pasar sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan.
Transformasi layanan kesehatan juga dilakukan melalui peningkatan status RSUD Reda Bolo dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C.
Dengan dukungan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), sejumlah fasilitas pelayanan intensif telah dioperasikan, antara lain KRIS JKN, ruang VIP, ICU, PICU, HCU, dan ICVCU.
Ke depan, RSUD Reda Bolo juga dijadwalkan memperoleh sejumlah fasilitas kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI pada September 2026, di antaranya CT Scan, mammografi, dan cath lab. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis dengan melakukan rujukan ke luar daerah.
Menutup amanatnya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, petani, masyarakat, serta seluruh elemen pembangunan di SBD.
Hadir pula mendampingi Bupati SBD dalam momentum tersebut, Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka.***
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar