Reses di Kadi Pada, Antonius Landi Dengar Langsung Keluhan Warga Soal Jalan hingga ASF
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Provinsi NTT, Antonius Landi, melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 di Desa Kadi Pada, Kota Tambolaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Warga lainnya, Piter Ndara Kalangat, menambahkan bahwa jalan yang sama sudah diusulkan dalam berbagai musyawarah pembangunan desa sejak 18 tahun lalu. Namun hingga kini belum ada realisasi.
Ia menduga lambannya penanganan terjadi karena tidak ada pejabat yang berdomisili di kawasan itu. Padahal, jalan tersebut merupakan penghubung antara wilayah Kererobo dan Kadulla.
“Sudah 18 tahun dibahas, tapi belum pernah dikerjakan. Mungkin karena tak ada pejabat yang tinggal di sini,” ujarnya.
Piter juga menyoroti dampak wabah African Swine Fever (ASF) terhadap peternak. Ia berharap pemerintah memperketat keluar-masuk ternak dari luar wilayah agar penularan dapat dicegah.
Menanggapi aspirasi itu, Antonius Landi berjanji akan menyampaikan semua masukan masyakat kepada pemerintah provinsi dan instansi terkait di kabupaten.
Menurutnya, perbaikan jalan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, namun pihak provinsi akan membantu memperjuangkan melalui koordinasi lintas sektor.
“Terkait jalan ini nanti akan disampaikan oleh Pak Ketua Fraksi (Octavianus Dapa Talu) bersama teman-teman DPR PDI Perjuangan Dapil Loura – Kota ke kabupaten,” tegasnya.
Soal wabah ASF, pejuang banteng moncong putih itu menyebut bahwa vaksin sudah tersedia di kabupaten dan mendorong dinas peternakan mempercepat pelaksanaannya di wilayah terdampak.
“Kalau ASF saya dengar vaksinya sudah ada. Mungkin kabupaten bisa percepat untuk lakukan vaksin di wilayah terdampak. Dan juga perketat pengawasan di pelabuhan,” tegasnya lagi.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar