LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, membuka Diskusi Stakeholder dan Jejaring Inklusi Disabilitas.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pameran produk difabel tersebut berlangsung di Rumah Budaya Sumba, Kalembu Nga’a Bangga, Weetebula, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Forum itu mempertemukan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, sektor pendidikan, organisasi masyarakat, serta organisasi penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla mengatakan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari masyarakat yang memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dengan menerapkan prinsip leave no one behind.
“Penyandang disabilitas memiliki hak, potensi, serta kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten SBD juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Harapan Sumba (YHS), Misereor Germany, serta para mitra Community-Based Inclusive Development (CBID) dan Community-Based Rehabilitation (CBR).
Ratu Wulla menilai pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian masyarakat difabel.
Pemkab SBD, kata dia, terus mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui perluasan akses layanan publik dan penguatan perlindungan sosial.
Program inklusif juga diarahkan untuk diperkuat mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, pameran produk difabel dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil karya mereka yang memiliki nilai kreatif sekaligus ekonomi.
Bupati mengimbau instansi pemerintah, BUMN, lembaga perbankan, dan pelaku usaha memberikan dukungan konkret dengan membeli dan menggunakan produk karya difabel.


Tinggalkan Balasan