LINTAS SUMBA – PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah cepat menyikapi dampak gempa bumi magnitudo 5,9 yang mengguncang wilayah Sumba, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Partai berlambang banteng moncong putih itu menyiapkan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan struktur partai mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga anak ranting untuk membantu masyarakat terdampak.

Selain struktur partai, anggota legislatif dari PDI Perjuangan juga diminta ikut bergotong royong dalam penanganan dampak gempa.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan bahwa partainya tidak ingin hanya menyampaikan keprihatinan dari jauh.

Menurutnya, jajaran PDI Perjuangan akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat perhatian.

“Tidak boleh ada yang menangis apalagi kelaparan,” tegas Yunus dalam keterangannya kepada wartawan, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan NTT, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Yunus mengatakan karakteristik gempa Sumba berbeda dengan bencana gempa yang sebelumnya terjadi di Flores. Karena itu, langkah koordinasi dan pendataan dilakukan sejak awal untuk mengetahui kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Ia menyebut sebagian warga mengalami trauma dan memilih tidak tinggal di rumah karena khawatir terhadap kondisi bangunan.

“Kita tidak hanya mendorong logistik lalu memantau dari jauh, tetapi kita turun langsung,” ujar Yunus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan para kepala daerah di wilayah terdampak yang telah turun langsung melakukan penanganan.

Yunus menegaskan PDI Perjuangan NTT akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat serta kebijakan pemerintah dalam penanganan dampak gempa.

Pesan yang sama disampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan percaya hoaks. Pastikan informasi terpercaya tetap dari BMKG,” katanya.