Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Bidang Politik sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Dapil Sumba, Anton Landi, menegaskan bahwa kehadiran partai di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk bersama warga, terutama ketika menghadapi situasi sulit.

Anton mengatakan jajaran partai akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi darurat di lapangan.

“Terutama bagi warga, kami akan selalu hadir, menangis dan tertawa bersama rakyat, terlebih di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujarnya.

Anton dijadwalkan turun langsung ke wilayah terdampak bersama tim untuk mengoordinasikan penyaluran bantuan kepada keluarga yang terdampak gempa.

Menurutnya, kehadiran partai tidak hanya sebatas menyampaikan empati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kehadiran kami tidak hanya secara fisik atau sekadar menyampaikan empati, tetapi kami ingin hadir langsung untuk menyampaikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan NTT, Simon Petrus Nilli, mengatakan dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Sumba.

Berdasarkan data BPBD NTT yang diperbarui hingga Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, sebanyak 299 kepala keluarga terdampak.

Sebanyak 299 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian empat rumah rusak berat, 13 rusak sedang dan 282 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, antara lain tujuh fasilitas kesehatan, sembilan fasilitas pendidikan, delapan rumah ibadah dan dua kantor. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Simon mengatakan kerusakan paling banyak terjadi di Sumba Barat Daya (SBD), mengingat pusat gempa berada tidak jauh dari wilayah Kodi.

“Gempa juga terasa hingga ke Sumba Timur, namun memang paling banyak kerusakan di Sumba Barat Daya,” ujarnya.