Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Unika Weetebula Turun ke Sawah, Intip Potensi Agrowisata Mata Liku

Mahasiswa Unika Weetebula Turun ke Sawah, Intip Potensi Agrowisata Mata Liku

  • account_circle Ming Ghoghi
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lintas Sumba – Sejumlah mahasiswa Ilmu Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Katolik (Unika) Weetebula turun langsung ke persawahan di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sabtu, 21 Maret 2026.

Mahasiswa semester VI kelas A yang tergabung dalam kelompok 1 mata kuliah agrowisata itu melakukan observasi lapangan untuk melihat potensi desa yang bisa dikembangkan.

Desa Karuni dipilih bukan tanpa alasan. Dari dalam kelas, mahasiswa bersama dosen pengampu, Rusnianti Rambu Lika, sudah melihat adanya peluang besar yang selama ini belum tergarap maksimal.

Agrowisata menjadi pintu masuk. Bukan sekadar wisata alam, tetapi juga pengalaman menikmati hasil pertanian lokal secara langsung.

Mahasiswa pun turun ke lokasi, didampingi Sekretaris Desa Karuni, Theus. Mereka melihat kawasan persawahan, salah satu titik yang dinilai punya daya tarik.

Theus menyebut, desa memang mulai mengarah ke konsep pengembangan agrowisata.

“Kami ingin mengembangkan wisata Mata Liku sekaligus menata persawahan. Jadi orang datang bukan hanya lihat mata air, tapi juga menikmati pemandangan sawah,” katanya.

Ia juga menyinggung rencana penguatan sektor pertanian sebagai penopang wisata.

“Ada sekitar 40 kelompok tani di Desa Karuni. Kami dorong pengembangan pisang dan hortikultura supaya pengunjung bisa menikmati langsung hasil kebun,” ujarnya.

Bagi mahasiswa, potensi ini tidak sekadar wacana. Ferti, salah satu peserta observasi, melihat kombinasi antara alam dan pertanian bisa menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Di Mataliku itu lengkap. Ada mata air, ada sawah, dan ada kebun. Pengunjung bisa datang, lihat, lalu langsung konsumsi hasil kebun seperti pisang,” katanya.

Menurutnya, skema ini memberi ruang bagi petani untuk tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

“Petani bisa jual langsung ke pengunjung. Sayur, lombok, tomat, semua punya nilai tambah. Ini peluang ekonomi yang nyata kalau dikelola serius,” tuturnya.***

  • Penulis: Ming Ghoghi
  • Editor: Ming Ghoghi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar Ilustrasi. Manfaat Air Daun Teh Pekat untuk Mengatasi Diare dengan Cepat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Manfaat Air Daun Teh Pekat untuk Mengatasi Diare dengan Cepat

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Diare adalah kondisi yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Salah satu cara alami yang sering digunakan untuk mengatasi diare adalah dengan meminum air daun teh pekat. Tapi, apa sebenarnya yang membuat teh pekat efektif dalam meredakan diare? 1. Kandungan Tanin […]

  • Belis, Budaya, Perempuan, Sumba, Realitas

    Belis Budaya Perempuan Sumba dan Realitas Lainnya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas sumba – Budaya belis yang berlangsung di Sumba adalah budaya dimana laki-laki harus memberikan sejumlah ekor hewan dan parang kepada keluarga dari perempuan. Sebagai tanggapan dari keluarga perempuan, mereka pun menyediakan kain sesuai dengan kebutuhan selama proses pernikahan adat berlangsung. Setelah laki-laki membereskan semua urusan pembelisan barulah perempuan itu menjadi miliknya.  Konsekuensi lebih lanjutnya […]

  • Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan salam acara pembukaan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 di Banda Aceh (@jokowi/Instagram/Lintas Sumba)

    Resmikan Venue PON XXI 2024, Presiden Jokowi Sentil Soal Rp118 Miliar

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rehabilitasi, renovasi, dan pembangunan venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Acara ini tepatnya digelar di Banda Aceh pada Senin, 11 September 2024. Presiden menyampaikan bahwa 18 venue telah direnovasi dan dibangun di Provinsi Aceh dengan anggaran sebesar Rp811 miliar, tersebar di Banda Aceh, […]

  • Gambar Ilustrasi. Cacing Tanah (Natfot/Pixabay/Lintas Sumba)

    Pantas Mahal, Ternyata Ini Peran Cacing Tanah untuk Kesuburan Tanaman

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kehidupan di bawah tanah sering kali menampakkan keajaibannya sendiri, terutama dalam konteks pertumbuhan tanaman. Salah satu fenomena yang memukau adalah peran cacing tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Meskipun kehadiran mereka sering kali tak terlihat, dampaknya terasa begitu nyata. Bahkan, hewan yang dianggap menjijikkan ini memiliki nilai jual yang tinggi […]

  • Gambar Ilustrasi. Oknum Kabid pungli minta jatah di kepala sekolah (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pungli Revitalisasi Sekolah Diduga Libatkan Oknum Kabid Dinas P dan K SBD

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah kepala sekolah mengaku diminta setoran oleh oknum Kepala Bidang (Kabid) usai menerima dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Persentase yang diminta tak tanggung-tanggung, mencapai 7 hingga 10 persen dari […]

  • (Kiri) Deputi Bidang UKM, Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman dan (Kanan) Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake saat membahas program RPB (TIM/Lintas Sumba)

    Nusa Tenggara Timur Dapat Jatah Penambahan Pembangunan RPB, Ayodhia Kalake: Mengurangi Angka Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Rumah Produksi Bersama (RPB) dapat  dapat mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Demikian disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi NTT Ayodhia Kalake, di Ruang Kerja Gubernur, Kota Kupang, pada Rabu, 03 April 2024. Hal tersebut dikatakan Ayodhia, saat menerima kunjungan kerja dari Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), […]

expand_less