BBM Langka di Sumba Barat, Masyarakat Perlu Edukasi dan Kepatuhan Hukum
- account_circle Lintas Sumba
- calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Potret Salah Satu SPBU di Waikabubak, Sumba Barat (Umbu Ambrosi Bili/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kelangkaan BBM ini sangat berdampak pada masyarakat yang membutuhkan BBM untuk keperluan transportasi pribadi dan pekerjaan, terutama untuk keperluan yang bersifat umum.
Seperti yang diungkapkan oleh Hendrik, seorang tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit Waikabubak yang berdomisili di Lamboya, yang mengalami kesulitan mendapatkan BBM di SPBU Pertamina Waikabubak maupun di simpang Lamboya-Wanukaka.
“Setiap kali hendak berangkat dan pulang kerja, saya harus menghadapi antrean panjang, bahkan sering kali pulang tanpa mendapatkan BBM,” ujarnya saat ditemui lintassumba.com, pada Jumat, 04 Agustus 2024.
Selain itu, aktivitas penimbunan BBM ini juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar SPBU.

Antrian panjang kendaraan roda empat yang menunggu giliran mengisi BBM (Umbu Ambrosi Bili/Lintas Sumba)
Pantauan media ini, tampak antrian panjang kendaraan, termasuk sekitar 87 kendaraan roda empat yang menunggu giliran mengisi BBM belum termasuk kendaraan roda dua, hal ini menyebabkan penyempitan badan jalan sejauh satu kilo meter.
Kondisi ini tentu mengganggu kelancaran arus lalu lintas, seperti yang terjadi pada hari ini 03/08/2024 pukul 08:17 WITA di persimpangan Lamboya-Wanukaka yang hingga berita ini di muat masih menyisahkan antrian panjang.
Kelangkaan BBM ini tentu sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan untuk keperluan sehari-hari, dan juga dalam pekerjaan yang berkaitan dengan kepentingan umum atau pelayanan masyarakat.
Peran pemerintah pun diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku UMKM yang memperjualbelikan bahan bakar bersubsidi ini.
- Penulis: Lintas Sumba








Saat ini belum ada komentar