Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pol PP Sumba Barat Bantah Tudingan Rampas dan Rusak Barang PKL, Kasat Pol PP Ferdy Kuala Djowa: Informasi Itu Tidak Benar

Pol PP Sumba Barat Bantah Tudingan Rampas dan Rusak Barang PKL, Kasat Pol PP Ferdy Kuala Djowa: Informasi Itu Tidak Benar

  • account_circle Kobus Tena
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumba Barat, Ferdy Kuala Djowa, S.Sos., membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut petugas Satpol PP merampas dan merusak barang milik pedagang kaki lima (PKL) saat penertiban.

Menurut Ferdy, video yang beredar memang direkam saat operasi penertiban gabungan Satpol PP bersama TNI. Namun, ia menegaskan barang dagangan tersebut tidak dirusak oleh petugas.

“Video itu memang terjadi saat operasi penertiban Satpol PP dan TNI. Tetapi informasi yang menyebut Pol PP merusak barang tidak benar. Pemilik barang sendiri yang merebut kembali dari tangan petugas lalu membuang barangnya,” kata Ferdy kepada Lintassumba.com, Sabtu (18/7/2026), melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, petugas semula hendak mengamankan barang tersebut sebagai bagian dari proses penertiban dan pembinaan terhadap pedagang. Namun, pemilik barang merebut kembali dari tangan petugas sebelum akhirnya membuang barang tersebut.

Ferdy juga menanggapi desakan di media sosial yang meminta dirinya mundur dari jabatan sebagai Kepala Satpol PP. Menurut dia, yang seharusnya dilakukan adalah penindakan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan pemerintah daerah.

Ia mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumba Barat mencabut izin usaha pedagang yang tetap berjualan di lokasi yang telah dilarang pemerintah daerah.

“Kalau ada yang mendesak saya mundur, saya justru mendesak Dinas Perizinan segera mencabut izin usaha yang bersangkutan karena berjualan di lokasi yang tidak diizinkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ferdy mengatakan penertiban terhadap PKL bukan dilakukan secara tiba-tiba. Selama hampir lima tahun menjabat sebagai Kasatpol PP, pihaknya mengaku telah berulang kali melakukan pendekatan persuasif, sosialisasi, penyampaian surat peringatan, hingga menindaklanjuti surat edaran bupati.

Meski demikian, menurutnya, sebagian pedagang tetap mengabaikan aturan sehingga penertiban terpaksa dilakukan. Ia juga mengklaim pernah terjadi perlawanan saat penertiban sebelumnya yang menyebabkan kendaraan operasional Satpol PP mengalami kerusakan.

Selain itu, Ferdy menilai izin usaha yang dimiliki pedagang berasal dari sistem perizinan daring dan bukan merupakan izin lokasi yang diterbitkan pemerintah daerah. Karena itu, ia menegaskan setiap pelaku usaha tetap wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum menjalankan usahanya.

“Kalau sudah mendapat izin secara online, tetap harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan lokasi usahanya sesuai dengan ketentuan. Pemerintah pusat tidak mengetahui secara rinci apakah lokasi tersebut diizinkan atau tidak oleh pemerintah daerah,” katanya.

Atas dasar itu, Ferdy meminta DPMPTSP Kabupaten Sumba Barat mengevaluasi dan mencabut izin usaha pedagang yang dinilai tidak mematuhi ketentuan serta tetap berjualan di lokasi yang telah dilarang pemerintah daerah.

Ferdy menambahkan, penertiban yang dilakukan Satpol PP melibatkan TNI sebagai bagian dari tim terpadu bentukan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Keterlibatan TNI, kata dia, dilakukan karena dalam beberapa penertiban sebelumnya petugas kerap menghadapi perlawanan dari para pedagang.***

  • Penulis: Kobus Tena
  • Editor: Kobus Tena

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Bersama Kapolres SBD AKBP Sigit Harimbawan bersama Jajaran Polres SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Polres SBD Rayakan HUT Bhayangkara ke-78, Kapolda NTT Minta Jajaran Dukung Perekonomian Daerah

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Polres Sumba Barat Daya (SBD), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-78. Acara tersebut digelar di Mako Polres SBD, Desa Kadipada, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Senin, 01 Juli 2024. Adapun tema HUT Bhayangkara kali ini yakni “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan […]

  • Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya dan menegaskan soal audit dana desa (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pertegas Soal Audit Dana Desa, Bupati SBD: Dana Banyak, Kok Tidak Ada Kemajuan?

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan komitmennya untuk mengaudit pengelolaan dana desa. Hal tersebut dilakukan guna memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran. “Ketegasan saya bahwa saya ingin desa diaudit,” tegas Bupati SBD, saat ditemui wartawan, pada Kamis, 6 Maret 2025, di ruang kerjanya. Dia mengungkapkan, bahwa pemeriksaan dilakukan […]

  • Air Terjun Wee Kacura, Tempat Wisata Terkeren di Planet Bumi

    Air Terjun Wee Kacura, Tempat Wisata Terkeren di Planet Bumi

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemandangan alam Sumba tak henti-hentinya memukau para wisatawan. Pulau di sebelah timur Nusa Tenggara ini merupakan rumah bagi air terjun. Salah satunya, Air Terjun Wee Kacura. Lokasi ini terbilang unik. Berada di tengah persawahan bertingkat, tepatnya di desa Tema Tana, kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Pilkada NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto bersama pendukung dan simpatisan (TIM/Lintas Sumba)

    Jaga Toleransi di Pilkada NTT 2024, Ansy Lema dan Jane Natalia Tegaskan 4 Hal Ini

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, menegaskan komitmen mereka untuk menjaga serta merawat toleransi di provinsi yang terkenal dengan keberagamannya. Visi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini adalah menjadikan NTT sebagai miniatur kerukunan yang harmonis dan inklusif, dengan menjunjung tinggi […]

  • (Kiri-Kanan) Sekretaris DPD Partai NasDem SBD Thomas Tanggu Dendo, Ketua DPD Partai NasDem SBD Markus Dairo Talu (MDT), Anggota DPR RI Dapil NTT II Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Akhirnya! Ratu Ngadu Bonu Wulla Ungkap Alasan Pengunduran Dirinya dari Calon Anggota DPR RI Terpilih

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pergumulan pribadi menjadi alasan pengunduran Ratu Ngadu Bonu Wulla dari Calon Anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II terpilih. Ratu Wulla mengundurkan diri dari jabatannya itu dikarenakan kondisi orang terdekatnya yang sedang mengalami sakit. Sosok yang dijuluki Kartini NTT ini menyampaikan klarifikasi pengunduran diri dalam Jumpa Pers yang digelar di […]

  • Calon Wakil Gubernur NTT Jane Natalia Suryanto (TIM/Lintas Sumba)

    Krisis Pekerjaan di NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Siap Buka Lima Pabrik Baru

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Jane Natalia Suryanto, mengangkat berbagai persoalan yang masih menghambat pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pidatonya di Kupang, Calon Wakil Gubernur NTT Nomor Urut 1 itu menyoroti minimnya peluang kerja dan tingginya biaya hidup sebagai masalah utama yang mendesak untuk segera ditangani. “Biaya hidup paling tinggi, tetapi lapangan pekerjaan sangat […]

expand_less