LINTAS SUMBA – Gedung baru KSP Kopdit Pintu Air Cabang Weetebula diresmikan.
Peresmian ini berlangsung di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Uskup Keuskupan Weetabula, Mgr. Edmund Woga, CSsR., dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin.
Hadir pula saat itu, Tokoh Penggerak CU, Romanus Woga, Pengurus, Jajaran dan Nasabah KSP Kopdit Pintu Air, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyampaikan bahwa koperasi tak bisa hanya bergantung pada tabungan kecil anggota, sehingga kemitraan harus diperluas.
Ia menyebut jumlah anggota koperasi kini mencapai 475.102 orang, tersebar dari Batam hingga Papua.
Pandangan miring terhadap koperasi, menurutnya, harus diubah melalui pendidikan masyarakat.
“Masih ada yang ragu-ragu tentang kooperasi. Tentang image kooperasi itu, di mata masyarakat ada lima. Pertama adalah kumpulan orang-orang miskin, kemudian orang-orang tua, orang-orang malas, orang-orang yang suka minta-minta, dan orang-orang yang pergaulannya norak. Dan lima hal ini yang perlu kita selesaikan. Kita didik masyarakat,” ujarnya.
Yakobus juga menjelaskan, bahwa koperasi ini berakar dari komunitas nelayan, tani, ternak, dan buruh yang selama 80 tahun kemerdekaan belum mendapat perhatian serius dari negara.
“Komponen basis yang kita kerjakan ini adalah basis NTTB yaitu Nelayan Tani Ternak dan Buruh. Indonesia 80 tahun merdeka, tetapi nasib NTTB ini belum jelas. Karena itu kami hadir melalui bendera KSP Kopdit Pintu Air Indonesia untuk kami melakukan sesuatu-sesuatu yang kecil dengan cinta yang besar,” jelasnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, mengapresiasi kerja sama dengan koperasi ini.
Negara, menurutnya, menjamin perlindungan pekerja miskin melalui program jaminan sosial.
Dalam waktu dekat, Wawan menyebut sebanyak 5.600 pekerja di SBD akan mendapat perlindungan.
Selain itu, lebih dari 400 anggota KSP Kopdit Pintu Air juga akan didaftarkan. Anak anggota yang meninggal dunia dijamin memperoleh beasiswa hingga perguruan tinggi.
“Ini saya apresiasi juga atas kerjasamanya, karena seperti yang kita ketahui Kopdit Pintu Air itu adalah sebagai episodium percontohan koperasi yang ada di Indonesia. Semoga dengan momen ini, harapan kami, yang di kantor cabang Weetebula ini juga akan masif peserta, yang nantinya akan dilindungi ke dalam program BPJS tenaga kerja,” harapnya.
Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, mengapresiasi kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Sumba sebagai wujud nyata pelayanan sosial gereja.
Ia menyebut kehadiran koperasi ini memberi kesempatan bagi umat untuk merasakan manfaat ekonomi sebagaimana anggota di wilayah lain.
Menurutnya, koperasi kredit menekankan semangat saling membantu, sejalan dengan ajaran Yesus tentang kasih dan persaudaraan di tengah kehidupan umat.
Karena itu, Mgr. Edmud berharap kehadiran kantor cabang ini didengar luas, termasuk oleh masyarakat non-Katolik, sebagai peluang membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
Ia juga mengajak umat untuk aktif memanfaatkan kehadiran koperasi sebagai jalan membangun masa depan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat.
“Tinggal kita yang harus mendengar dan melaksanakan segala yang Tuhan siapkan untuk kita, supaya kita hidup lebih maju, kita hidup lebih baik, dan kita hidup lebih pantas sebagai seorang manusia,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memuji kehadiran kantor cabang ini sebagai simbol kepercayaan masyarakat terhadap gerakan koperasi.
Ia menyebut kerja sama koperasi dengan BPJS adalah terobosan strategis untuk melindungi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil dari risiko kerja.
Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat literasi keuangan masyarakat. Regulasi hidup hemat tengah disiapkan untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
Ratu Wulla menegaskan, bahwa koperasi menjadi mitra strategis dalam pemerataan kesejahteraan.
“Kita di kooperasi ini, Bapak Mama, kita menabung ya, kita belajar manajemen keuangan dan lain sebagainya, kita mengatur keuangan kita dalam hidup berkooperasi.” tegasnya.
Ia pun berharap keberadaan KSP Kopdit Pintu Air mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok miskin, melalui kolaborasi lintas sektor.Pantauan Lintassumba.com, peresmian ditandai dengan misa pemberkatan, pengguntingan pita, dan penandatanganan prasasti.
Acara ini juga, dimeriahkan dengan penampilan meriah dari Vocal Group Seminari Sinar Buana (Sesibu).***


Tinggalkan Balasan