Rabu Abu Kali Ini jadi Selasa Abu, Lihat Penjelasan dan Sejarahnya!
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Imam Katolik sedang memegang abu yang akan dioles di dahi umat pada perayaan Rabu Abu (Grzegorz Krupa/Pixabay/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Raja juga saat itu mengenakan kain kabung untuk menutupi dirinya dan kemudian duduk di atas abu.
Yesus juga memberi perhatian pada penggunaan abu terhadap kota-kota yang menolak untuk bertobat dan meninggalkan perbuatan dosa mereka.
Kemudian, Gereja Perdana meneruskan penggunaan abu dengan tujuan simbolik yang serupa.
Pada zaman pertengahan, gereja telah memanfaatkan abu sebagai simbol awal masa tobat sebelum Paskah.
Rabu Abu bagi umat Katolik memiliki makna sebagai peringatan akan sifat fana manusia dan penyesalan terhadap kesalahan yang telah diakui.
Orang-orang Katolik yang merasa menyesal atas dosa-dosanya mengoleskan abu pada diri mereka dan mengelilingi tubuh mereka dengan kain kabung.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar