Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Ini Alasan Motor Listrik Tidak Laris di Indonesia

Ini Alasan Motor Listrik Tidak Laris di Indonesia

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Saat ini jelas sekali telihat bahwa perkembangan motor listrik di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih lambat dari pada mobil listrik.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 20 Februari 2023.

Moeldoko menyatakan, bahwa industri motor listrik sedang dihadapkan pada beberapa tantangan yang membuatnya tidak dapat memenuhi harapan dan kebutuhan utama konsumen terhadap sepeda motor.

“Sepeda motor yang ada sekarang itu belum menjawab isu bagi konsumen tentang sebuah sepeda motor, khususnya soal baterai,” terangnya.

Saat ini, produsen kendaraan listrik roda dua ini masih menghadapi tantangan dalam mengatasi permasalahan teknologi baterai yang menjadi komponen utama.

Selain masih memiliki harga yang tinggi, baterai motor listrik yang saat ini tersedia di pasaran hanya memiliki kapasitas yang cukup untuk menempuh jarak sekitar 50 hingga 60 kilometer (km).

Menurut Moeldoko, inilah alasan mengapa banyak konsumen yang tidak jadi membeli kendaraan ramah lingkungan.

Hingga saat ini, persoalan teknologi baterai yang adalah komponen utama dalam motor listrik masih menjadi tantangan sendiri bagi produsennya.

“Sehingga kalau orang di Tangerang mau ke Jakarta (jarak tempuh motor) 60 km masih akan pikir-pikir, nanti isi dayanya dimana? Isu yang kedua baterai itu masih mahal,” ujarnya.

Masalah lain yang menyebabkan penurunan permintaan pasar motor listrik adalah lamanya waktu pengisian dayanya, dengan rata-rata lebih dari dua jam, bahkan ada yang memakan waktu lebih dari empat jam.

Dalam perbandingan, saat ini baterai mobil listrik telah berhasil mengurangi banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya.

Sejumlah orang juga mengklaim bahwa pengisian baterai mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam, dengan mengisi daya sekitar 20 atau 30 persen sampai penuh.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor Urut 1, Yohanis Fransiskus Lema, bersama seorang mama, yang sedang menjual hasil taninya (TIM/Lintas Sumba)

    Yohanis Fransiskus Lema: Tolong Nelayan Tani Ternak Berarti Tolong NTT

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema, menekankan pentingnya pembangunan yang berfokus pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat, yaitu nelayan, petani, dan peternak. Hal ini diungkapkan dalam unggahan instagram pribadinya @ansy.lema, sebagaimana dilansir Lintas Sumba, pada Jumat, 18 Oktober 2024. Menurut Ansy Lema, ketiga profesi tersebut merupakan tulang […]

  • Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, saat diwawancarai Lintassumba.com pasca rapat konsolidasi bersama DPC PDI Perjuangan Sumba Barat, pada Kamis, 12 Februari 2026 (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Konsolidasi di SBD, Yunus Takandewa Tegaskan Soal Politik Ekologis dan Soroti Kelangkaan Pasir

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Politik ekologis PDI Perjuangan merupakan gerakan nasional untuk merawat bumi dan pertiwi demi keberlanjutan kehidupan dan pembangunan. Hal ini ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, saat diwawancarai Lintassumba.com, pasca rapat konsolidasi bersama DPC PDI Perjuangan Sumba Barat Daya (SBD), pada Kamis, 12 Februari 2026. Yunus menyebut, arah […]

  • Kaops NCS Polri Minta Jajaran Kapolres di NTB Mampu Kelola Potensi Konflik di Pilkada 2024

    Kaops NCS Polri Minta Jajaran Kapolres di NTB Mampu Kelola Potensi Konflik di Pilkada 2024

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kepala Operasi (Kaops) Nusantara Cooling System (NCS) Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri meminta kepada seluruh Kapolres dan Kapolsek di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) harus bisa mengelola potensi konflik menjelang Pilkada Serentak 2024. Hal itu ditegaskan Kaops saat memberikan arahan kepada 400 personil Polda NTB dan jajaran Polres melalui luring dan […]

  • Gambar Ilustrasi. Aplikasi/Software Powerpoint

    Begini Cara Bikin Powerpoint Otomatis, Awas Dosen Tau!

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Saat ini, kita khususnya para pekerja kantoran maupun pelajar/mahasiswa makin dipermudah dalam mengerjakan tugas. Kecanggihan AI (Artificial Intelejence) telah meluncurkan website yang bisa memudahkan kita dalam mengerjakan presentasi. Bagi mahasiswa, salah satu tugas yang sering di berikan dosen yaitu membuat powerpoint. Tugas yang satu ini terkadang membuat para mahasiswa menjadi kesulitan untuk […]

  • Heboh! Kades Walla Ndimu Diduga Selewengkan Dana Desa, Ini Tanggapan Camat 9:19 Play Button

    Heboh! Kades Walla Ndimu Diduga Selewengkan Dana Desa, Ini Tanggapan Camat

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tim Gabungan DPRD, Inspektorat, Dinas PMD Sumba Barat Daya (SBD), dan pihak kecamatan menyambangi Desa Walla Ndimu, pada Selasa, 25 Maret 2025. Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dana desa oleh Kepala Desa, Yakobus Dendo Ngara alias Jebel. Sejumlah aduan yang disampaikan warga kepada Bupati dan DPRD SBD mencakup […]

  • Gambar Ilustrasi. Berbagai Jenis Rokok Legal dan Ilegal (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Rokok Ilegal Merajalela di Sumba Barat Daya: Minimnya Tindakan Hukum?

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Rokok ilegal yang semakin merajalela di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menjadi perhatian serius. Praktik jual beli rokok ilegal tidak hanya terbatas pada pertokoan-pertokoan kecil, tetapi juga merambah ke pusat-pusat perbelanjaan dan pasar di perkotaan hingga pedesaan. Meskipun tersedia dengan harga yang lebih terjangkau, pihak terkait nampaknya belum […]

expand_less