Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jalur Panjang Menuju Kursi Sekda, Tak Bisa Langsung ‘Lompat’

Jalur Panjang Menuju Kursi Sekda, Tak Bisa Langsung ‘Lompat’

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) bukan sekadar jabatan strategis, tetapi puncak karier birokrasi yang hanya dapat diraih lewat pengalaman panjang.

Seleksi Sekda Kabupaten/Kota di Indonesia diatur ketat melalui regulasi kepegawaian nasional dan melibatkan lembaga pengawas.

Calon Sekda wajib berstatus PNS dengan pangkat minimal Pembina Utama Muda golongan IV/c. Kualifikasi pendidikan S1 menjadi syarat dasar, namun jenjang S2 atau S3 lebih diutamakan.

Selain pendidikan, kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural menjadi penilaian utama. Calon juga harus memiliki pengalaman jabatan struktural atau fungsional minimal lima tahun.

Syarat berikutnya, kandidat harus pernah atau sedang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) atau jabatan setara. Usia maksimal pendaftar ditetapkan 56 tahun.

Integritas menjadi kunci. Calon tidak boleh sedang menjalani hukuman disiplin, wajib menyerahkan LHKPN, serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang dibuktikan secara medis.

Pelatihan kepemimpinan tingkat II juga wajib ditempuh. Semua berkas diverifikasi dalam seleksi administrasi, sebelum dilanjutkan uji kompetensi dan rekam jejak oleh Panitia Seleksi (Pansel).

Proses seleksi berlapis ini dilanjutkan dengan wawancara dan penilaian akhir. Hasilnya disampaikan kepada bupati atau wali kota untuk diteruskan ke Komisi ASN dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Jalur karier menuju kursi Sekda berlangsung berjenjang. Kandidat biasanya mengawali karier dari jabatan struktural rendah, seperti kepala seksi atau kasubbag.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPC PDI Perjuangan Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete bersama Ketua DPD Partai NasDem Markus Dairo Talu (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    dr. Kornelius Kodi Mete Sambangi Reda Mbolo, Markus Dairo Talu: Biarkan Jadi Indah Seperti Ini!

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Keluarga besar dr. Kornelius Kodi Mete melakukan kunjungan penting ke Reda Mbolo, kediaman Markus Dairo Talu (MDT). Kunjungan ini menjadi bagian dari proses rekonsiliasi antara kedua tokoh politik SBD tersebut. Pantauan lintassumba.com, Dominikus A. R. Kaka (Angga Kaka), calon Wakil Bupati SBD yang merupakan putra dari dr. Kornelius, turut mendampingi ayahnya. Kehadiran […]

  • Ansy Lema, saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, mengatakan bahwa Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah (TIM /Lintas Sumba)

    Pariwisata NTT Maju, Budaya Asli Tidak Hilang? Begini Cara Ansy Lema

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah. Konsep ini akan memastikan agar komunitas adat tidak tersingkir oleh perkembangan pariwisata berskala besar. Yohanis Fransiskus Lema, menyampaikan pandangannya itu saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, baru-baru ini. “Kita perlu mengedepankan pariwisata berbasis […]

  • Kepala Kepolisan Resor (Kapolres) TTU AKBP Moh. Mukhson (Istimewa/Lintas Sumba)

    Seorang Petani Asal TTU Terlibat Kasus Penganiayaan, Diduga karena Utang Ditagih

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebuah kejadian penganiayaan dilaporkan oleh Agustinus Molo (54), salah satu warga Desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa ini melibatkan Rizal Ambasan (25), seorang petani yang juga berasal dari Kecamatan Biboki Anleu. Hal ini disampaikan kepada lintassumba.com oleh Kapolres TTU AKBP Mohammad Mukhson, […]

  • Kepala SMTK Tambolaka, Ester Dapa Leba, saat diwawancarai Lintas Sumba usai pelantikan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Ester Dapa Leba Resmi Lanjutkan Kepemimpinan di SMTK Tambolaka, Siap Eksis dan Jadi Panutan

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Ester Dapa Leba kembali memimpin Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Tambolaka. Ia resmi dilantik di Aula SMTK Tambolaka, Weekokora, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Jumat, 6 Juni 2025. Pelantikan disertai pengambilan sumpah dan janji jabatan yang dihadiri pihak yayasan, guru, dan tokoh masyarakat setempat. Ester sebelumnya memasuki masa […]

  • Open Turnamen Futsal CSC Cup II photo_camera 6

    Open Turnamen Futsal CSC Cup II

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Turnamen Futsal Charlie Sport Center (CSC) Cup II resmi dibuka. Open turnamen digelar di Lapangan Futsal CSC, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Minggu, 1 Februari 2026. Turnamen ini dihadiri Wakil Ketua I DPRD SBD yang juga Ketua Harian KONI SBD, Thomas Tanggu Dendo, Wakil Ketua II […]

  • Gambar Ilustrasi. Bibit Mangrove (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pulihkan Ekosistem di Muaragembong, BRI Beri Bantuan 10.000 Bibit Mangrove

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program BRI Menanam – Grow and Green memberikan bantuan 10.000 bibit mangrove untuk memulihkan ekosistem di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk mengatasi dampak abrasi yang telah merusak wilayah tersebut. Muaragembong, yang dulunya dikenal dengan hutan mangrovenya, kini mengalami abrasi parah akibat penurunan […]

expand_less