Octavianus mengusulkan agar penempatan guru PPPK nantinya disesuaikan dengan domisili, sehingga distribusi tenaga pendidik lebih rasional.
Ia juga menyoroti tata letak fasilitas sekolah yang dinilai kurang tepat, seperti posisi toilet yang berdampingan dengan ruang guru.
“Kan tidak mungkin orang datang bertemu guru harus lewat wc dulu,” tegasnya.
Pada sektor kesehatan, Komisi I menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta penguatan manajemen fasilitas kesehatan.
Octavianus mengingatkan bahwa SBD masih menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan, sehingga perlu perhatian serius dari dinas terkait.
Meski demikian, Komisi I menyampaikan apresiasi atas peningkatan status RSUD Reda Mbolo yang kini telah naik menjadi rumah sakit tipe C.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas P dan K, serta Sekretaris Dinas Kesehatan SBD menyatakan siap melakukan peninjauan lapangan.
Ketiga dinas juga berkomitmen memperbaiki persoalan yang disampaikan Komisi I DPRD SBD melalui langkah evaluasi dan pembenahan bertahap.***


Tinggalkan Balasan