Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Jilatan Api Hanguskan Kampung Adat Manola, 19 Rumah Warisan Marapu Terbakar

Jilatan Api Hanguskan Kampung Adat Manola, 19 Rumah Warisan Marapu Terbakar

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kampung ini, yang berada di atas bukit menghadap laut, menjadi salah satu tujuan wisata budaya bagi para pengunjung yang ingin menyaksikan kehidupan masyarakat adat yang masih memegang teguh kepercayaan Marapu.

Marapu merupakan kepercayaan masyarakat Sumba terhadap dewa-dewa leluhur sebagai pelindung dan pemberi berkat.

Di kampung ini, terdapat 27 rumah adat berbentuk lonjong yang dibangun dari bahan alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang.

Setiap rumah adat di sini memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kepercayaan Marapu. Empat pilar utama rumah, misalnya, melambangkan empat mata angin, sementara dua pilar induk melambangkan ayah dan ibu.

Selain itu, di halaman setiap rumah adat terdapat batu nisan sebagai tanda makam leluhur.

Pengunjung yang datang ke kampung ini bisa menyaksikan berbagai upacara adat, salah satunya adalah upacara Teda yang dilakukan untuk memohon berkat agar panen padi dan jagung berhasil dan dijauhkan dari bencana.

Wisata Budaya dan Alam yang Memikat

Kampung Situs Adat Manola tak hanya menawarkan wisata budaya, tetapi juga pemandangan alam yang memukau. Dari atas bukit, pengunjung bisa menikmati pemandangan laut yang biru dan hutan yang masih asri.

Di sekitar kampung, terdapat kebun kemiri dan coklat yang rimbun, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana alam yang tenang dan segar.***

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Surat Keterangan Orang Hilang, atas nama Fransiska Maria Rostika, yang diterbitkan oleh Polres TTU (TIM/Lintas Sumba)

    Tinggalkan Rumah Tanpa Jejak, Mahasiswi 18 Tahun Asal TTU Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Seorang mahasiswi bernama Fransiska Maria Rostika Bota (18) dilaporkan hilang dari rumahnya di Maumolo, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sejak 5 November 2024. Ibunya, Theresia Kolo Nggadas (61), melaporkan kehilangan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTU pada Selasa, 12 November 2024, sekitar pukul 11:00 […]

  • Fr. Kanisius, BHK (kiri) dan Fr. Dismas, BHK (kanan) saat misa syukur 151 Tahun Kongregasi dan 40 Tahun membiara (Komsos Weetabula/Johan Sogara/Lintas Sumba)

    151 Tahun Kongregasi BHK dan 40 Tahun Membiara, Fr. Kanisius: Kerahiman Allah yang Menakjubkan

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Frater Bunda Hati Kudus (BHK) Weetabula, rayakan misa syukur untuk memperingati 151 tahun berdirinya Kongregasi BHK. Acara ini berlangsung di Kapela Komunitas BHK Weetabula, Kelurahan Weetabula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Selasa, 13 Agustus 2024. Misa dipimpin oleh Rm. Evan, Pr., dengan homili inspiratif dari Romo Tibur, Pr., […]

  • Dalam Simbol Duka Rakyat Dibahasakan

    Dalam Simbol Duka Rakyat Dibahasakan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Fr. Martinus Dendo Ngara, CSsR – Mahasiswa Universitas Sanata Dharma – Fakultas Teologi Wedabhakti.
    • 0Komentar

    Lintas sumba -Indonesia saat ini sedang didominasi oleh manusia-manusia yang menganggap masyarakat sebagai hewan, alat kerja, mesin, kelinci percobaan, dan komuditi. Nampaknya manusia-manusia itu menganggap rakyat sebagai orang yang tidak perlu bersuara dan cukup dengan tunduk atau mendengarkan arahan. Mungkin mereka menempatkan rakyat lebih dari hewan karena hewan masih bisa bersuara untuk menolak rasa sakit […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat memberikan penegasan soal dana desa dalam rakor bersama seluruh kepala desa (Johan Sogara/Lintas Sumba) 4:49 Play Button

    Arahan Tegas Bupati Sumba Barat Daya Saat Rakor dengan Seluruh Kepala Desa

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menunjukkan sikap tegas terhadap penggunaan dana desa di 173 desa. Bahkan, ia mengecam dengan keras para kepala desa yang melakukan penyimpangan dana desa.***

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat resmikan Kick Off Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di SMA Katolik St. Dominikus Tambolaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Digelar Serentak se-Indonesia, Angga Kaka Resmikan Kick Off PKG Pelajar di SBD

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    “Ini merupakan berkah besar bagi masyarakat SBD dan akan memperkuat sistem layanan rujukan kesehatan yang semakin berkualitas dan merata,” ujarnya. Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan bersinergi menyukseskan program PKG ini. Fasilitas, tenaga medis, alat kesehatan, dan edukasi bagi orang tua akan terus ditingkatkan. Angga berharap, Kick Off ini menjadi titik awal terbentuknya generasi SBD […]

  • Gambar Ilustrasi. Dua anak sedang belajar bersama, Korban Mafia Pendidikan (Pixabay/JS/Lintas Sumba)

    Mafia Pendidikan Dibalik Dana BOS: Merugikan Masa Depan Generasi Muda SBD

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Berantas mafia pendidikan yang terkait dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mafia pendidikan ini merugikan banyak pihak, terutama para siswa dan masyarakat luas. Penyalahgunaan dana BOS bukan hanya merugikan keuangan negara, […]

expand_less