Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Tim Pengabdian Masyarakat Revitalisasi Posyandu Tandening di Sumba Timur
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anna Henny Talahatu, Tim PkM, saat revitalisasi Posyandu Tandening di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan di wilayah pedesaan Sumba Timur.
Belum lama ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melakukan revitalisasi Posyandu Tandening di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, melalui program pemberdayaan kader dan masyarakat berbasis kebutuhan serta budaya lokal.
Program tersebut mengusung tema “Optimalisasi dan Revitalisasi Posyandu Tandening dalam Peningkatan Cakupan ANC dan Kapasitas Kader sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Balita di Kampung Wisata Budaya Kaliuda, Sumba Timur.”
Angka kematian ibu, bayi, dan balita masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2023, Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 306 per 100.000 kelahiran hidup, sementara Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 40 per 1.000 kelahiran hidup.
Persoalan tersebut turut diperberat dengan tingginya prevalensi stunting pada balita di NTT yang mencapai 35,3 persen.
Anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Anna Henny Talahatu, mengatakan bahwa revitalisasi Posyandu Tandening dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kemampuan kader dalam mendeteksi risiko kesehatan ibu dan anak sejak dini.
“Program ini kami rancang bukan hanya untuk memperbaiki sarana Posyandu, tetapi juga memperkuat kapasitas kader dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Menurutnya, Kaliuda memiliki tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur transportasi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
Berdasarkan observasi awal tim bersama kader Posyandu Tandening dan tenaga kesehatan Puskesmas Pahunga Lodu, masih ditemukan sejumlah kendala dalam pelayanan.
Dari 28 ibu hamil yang terdata, sekitar 71 persen secara rutin hadir dalam kegiatan Posyandu. Sementara itu, cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) keempat atau K4 masih berada pada angka 48 persen.
“Kami melihat masih ada ruang yang cukup besar untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan. Karena pemeriksaan secara rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi ibu dan janin serta mendeteksi tanda-tanda risiko sejak awal,” jelas Anna.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar