Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Waspada! BMKG Prediksi Hujan Ekstrem hingga 10 Februari 2025

Waspada! BMKG Prediksi Hujan Ekstrem hingga 10 Februari 2025

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem hingga 10 Februari 2025.

Sejumlah faktor atmosfer, termasuk siklon tropis dan gelombang atmosfer, memicu peningkatan curah hujan dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui laman bmkg.go.id, pada Selasa, 4 Februari 2025, BMKG melaporkan bahwa Siklon Tropis Vince, yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, bergerak ke arah barat-barat daya dengan kecepatan angin mencapai 75 km/jam.

Sementara itu, Siklon Tropis Taliah yang berada di selatan Bali meningkatkan intensitas hujan dan angin kencang di Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, sirkulasi siklonik di Teluk Carpentaria turut memicu peningkatan curah hujan di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua bagian selatan.

BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah.

BMKG memprediksi hujan ringan mendominasi periode 4–6 Februari 2025. Namun, hujan sedang hingga ekstrem yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di beberapa daerah berikut:

Hujan Sedang – Lebat: Aceh, Riau, Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Hujan Lebat – Sangat Lebat: Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, bersama Wakil Ketua I DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo, saat meninjau kawasan Pantai Marapu di Desa Weemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar (@Ratu Wulla Talu/Facebook/Lintas Sumba)

    Krisis Pasir Laut, Bupati Ratu Wulla Tinjau Langsung Sumber Alternatif di Kodi

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bergerak cepat menanggapi krisis pasir laut yang kini menghambat kelangsungan proyek infrastruktur. Menyusul larangan pengambilan pasir laut akibat belum direvisinya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi alternatif. Bupati bersama Wakil Ketua I DPRD SBD, […]

  • Simpatisan MDT dan RWT menghadiri deklarasi DPD Partai NasDem SBD terkait Pencalonan Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam Pilkada 2024 (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Resmi Usung Ratu Ngadu Bonu Wulla Sebagai Bakal Calon Bupati, DPD Partai NasDem SBD: Layak dan Pantas!

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – DPD Partai NasDem Sumba Barat Daya (SBD) mendeklarasikan Ratu Ngadu Bonu Wulla untuk maju sebagai calon bupati dalam Pilkada 2024. Giat ini digelar di Kediaman Markus Dairo Talu (MDT) dan Ratu Wulla, Reda Bolo, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten SBD, pada Minggu, 28 April 2024. Pantauan lintassumba.com, hampir 6.000 simpatisan MDT dan Ratu […]

  • Seorang Wanita melihat kuda putih yang sedang makan rumput di Bukit Wairinding, salah satu destinasi wisata Pulau Sumba

    6 Pesona Alam Tersembunyi di Sumba: Destinasi Wisata yang Tak Terlupakan

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sumba, terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, adalah sebuah pulau yang menawarkan keindahan alam yang eksotis dan budaya yang kaya. Sumba belum terjamah oleh pariwisata massal, menjadikannya tempat yang sempurna bagi mereka yang mencari pengalaman yang autentik dan damai. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata bernuansa alam yang tidak boleh […]

  • Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan salam acara pembukaan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 di Banda Aceh (@jokowi/Instagram/Lintas Sumba)

    Resmikan Venue PON XXI 2024, Presiden Jokowi Sentil Soal Rp118 Miliar

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rehabilitasi, renovasi, dan pembangunan venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Acara ini tepatnya digelar di Banda Aceh pada Senin, 11 September 2024. Presiden menyampaikan bahwa 18 venue telah direnovasi dan dibangun di Provinsi Aceh dengan anggaran sebesar Rp811 miliar, tersebar di Banda Aceh, […]

  • Serah terima peta jalan SMK Don Bosco oleh Project Director, P. Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto, SDB, kepada Koordinator Pengawas Sekolah SMA/SMK/SLB Sumba Barat Daya, Ibrahim Boimau (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Edu-Conference SMK Don Bosco: Perkuat Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dalam upaya mendukung pendidikan vokasi yang adaptif dan relevan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di era Indonesia Emas 2045, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Don Bosco menggelar Edu-Conference. Kegiatan bertajuk “Pendidikan Vokasi Sumba Barat Daya Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung di Aula SMK Don Bosco, Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat […]

  • Belis, Budaya, Perempuan, Sumba, Realitas

    Belis Budaya Perempuan Sumba dan Realitas Lainnya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas sumba – Budaya belis yang berlangsung di Sumba adalah budaya dimana laki-laki harus memberikan sejumlah ekor hewan dan parang kepada keluarga dari perempuan. Sebagai tanggapan dari keluarga perempuan, mereka pun menyediakan kain sesuai dengan kebutuhan selama proses pernikahan adat berlangsung. Setelah laki-laki membereskan semua urusan pembelisan barulah perempuan itu menjadi miliknya.  Konsekuensi lebih lanjutnya […]

expand_less