Tamsil 9 Bulan di SBD Belum Dibayar, Dinas Klaim Belum Ada Dana?
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Para Guru (kiri) yang terlihat lelah akan ketidakpastian Tamsil mereka, sementara Pihak Dinas (kanan) terlihat cuek dan tidak memberikan kepastian (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meskipun nominal tunjangan ini tidak terlalu besar, D menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk membayar hak guru.
Ia juga mengingatkan bahwa anggaran untuk tunjangan ini sudah disediakan bagi para guru non-sertifikasi.
“Jumlah guru non-sertifikasi di SBD banyak sekali, bukan hanya kami. Kami butuh uang itu untuk kebutuhan keluarga, meskipun jumlahnya tidak seberapa,” lanjutnya.
D mengungkapkan bahwa para guru belum secara resmi menemui pihak dinas untuk mempertanyakan alasan keterlambatan tersebut.
Namun, berdasarkan informasi yang beredar, dinas mengklaim belum memiliki dana untuk membayarkan Tamsil.
Ada pula kabar bahwa bendahara dinas belum mencairkan anggaran yang tersedia.
“Kami sulit mendapatkan informasi yang jelas. Di media sosial pun tidak ada respons dari dinas,” katanya.
Ketidakjelasan ini semakin menambah kekecewaan para guru. Mereka mendesak pemerintah segera mencairkan Tamsil yang tertunda.
Jika memang belum bisa dibayarkan, kata D, dinas diharapkan memberikan penjelasan resmi agar para guru tidak dibiarkan dalam ketidakpastian.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar