DPRD SBD Workshop Ranperda Inisiatif Pesta Adat di Wewewa Barat: Tata Ulang, Bukan Dihilangkan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Dapil III SBD saat Workshop Ranperda Inisiatif Pesta Adat di Wewewa Barat (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kalau kita lihat, rumah adat saja sekarang pakai seng. Padahal sebenarnya harus alang. Artinya, adat ini bisa dibicarakan ulang, bisa kita sesuaikan dengan kondisi terkini tanpa kita hilangkan makna sebenarnya,” ujarnya.
Benyamin juga mengingatkan banyak hewan kurban untuk pesta yang justru dibeli dari luar SBD.
Kondisi ini, jelas dia, menyebabkan perputaran uang di daerah sendiri melemah dan manfaat ekonomi tidak dirasakan masyarakat.
Ia pun meminta para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama untuk bersama menekan skala pesta adat ini.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga masa depan generasi mendatang.
Sementara itu, Anggota DPRD SBD Dapil III, Alfonsus Yamba Kodi, saat menyampaikan materi, menegaskan bahwa arah kebijakan ini bertujuan untuk menata ulang pesta adat tanpa menghapus nilai budaya leluhur.
Menurutnya, SBD saat ini masuk kategori kabupaten termiskin ketiga dari bawah secara nasional, dengan tingkat kemiskinan mencapai 27,2 persen.
“Kalau disandingkan dengan potensi wilayah, SBD jauh lebih luar biasa ketimbang daerah lain. Tapi kenapa terjadi demikian? Karena ada masalah di sini,” ujarnya.
Salah satu faktor pemicu kemiskinan disebut berasal dari pesta adat yang sering berlebihan, sehingga menggerus sumber ekonomi masyarakat.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar