Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Hati-hati! Rasa Nyeri Berlebihan saat Haid Bisa Jadi Idap Penyakit Ini

Hati-hati! Rasa Nyeri Berlebihan saat Haid Bisa Jadi Idap Penyakit Ini

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Rasa nyeri yang berlebihan saat mengalami menstruasi atau haid perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda dari endometriosis.

Hal ini disampaikan Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Dr.dr. Kanadi Sumapraja, dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, pada Jumat, 08 Maret 2024.

Rasa sakit yang melebihi batas toleransi selama siklus menstruasi dapat menunjukkan kemungkinan adanya endometriosis, yaitu suatu kondisi di mana jaringan endometrium yang biasanya tumbuh di bagian dalam rahim, tumbuh di luar rahim.

Menurut Kanadi, nyeri haid dapat dianggap telah melebihi tingkat toleransi jika menyebabkan perempuan terpaksa absen dari sekolah atau pekerjaan serta menghalangi mereka untuk beraktivitas seperti biasanya.

“Kalau di kantor izin tidak bisa bertugas, hanya bisa duduk saja, ini merupakan suatu hal sudah menjadi alarm bahwa ini nyeri yang sudah perlu dikonsultasikan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan para perempuan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis apabila terus-menerus menggunakan obat pereda nyeri saat menjalani kegiatan selama haid.

Sebagian besar wanita, kata Kanadi, tidak menyadari endometriosis yang dialami karena mereka menganggap rasa sakit dan nyeri saat haid sebagai hal yang normal atau mereka takut untuk memeriksakan keadaan mereka.

Rata-rata wanita baru sadar bahwa mereka mengalami endometriosis setelah minimal tujuh tahun berlalu, dan kebanyakan wanita yang menjalani pemeriksaan sudah berusia di atas 35 tahun.

Dalam perjalanan yang panjang, endometriosis telah hadir selama beberapa waktu di perut dan sering kali mengakibatkan dampak seperti pembentukan kista cokelat dan penumpukan jaringan di dalam rahim. Selain itu, endometriosis juga bisa menyebar ke dalam jaringan tubuh lainnya.

“Apabila dibiarkan maka tidak jarang nyeri akan muncul bahkan saat sedang tidak menstruasi. Peradangan kronik menyebabkan lingkungan rahim menjadi tidak baik untuk kehamilan, tidak hanya nyeri tapi juga mengganggu kesuburan,” katanya.

Ada sekitar 10 persen perempuan di seluruh dunia mengalami endometriosis. Kondisi medis yang terkait dengan sistem reproduksi ini umumnya dialami oleh perempuan pada usia yang masih mampu untuk memproduksi anak, dan hal ini bisa memiliki implikasi pada perkembangan pendidikan dan karir mereka.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kanadi pun merekomendasikan pemanfaatan terapi hormon progestin dienogest yang dapat dikonsumsi melalui mulut dan secara langsung mempengaruhi endometriosis dengan mengurangi kadar estrogen secara seimbang.

Selain itu, dengan mengikuti terapi dienogest juga dapat mengurangi risiko perkembangan kista endometriosis yang menjadi kanker payudara, kanker rahim dan kanker dinding rahim.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOPAN gelar diskusi publik bersama YKPI, Desak Perbup Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumba Tengah (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    SOPAN Desak Perbup Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumba Tengah

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi. Praktik kawin tangkap masih marak dan sulit dicegah. Diskusi publik yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan pun digelar. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, pada Kamis–Jumat, 12–13 Juni 2025. Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) menginisiasi forum ini bersama Yayasan […]

  • Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 1 (Kiri) Jane Natalia Suryanto dan Calon Gubernur Nomor Urut 2 (Kanan) Johni Asadoma, strategi penganan TPPO (TIM/Lintas Sumba)

    Adu Strategi Atasi TPPO: Jane Natalia Suryanto vs Johni Asadoma

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih menjadi permasalahan serius di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini menjadi perhatian khusus ke-2 Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTT yakni, Jane Natalia Suryanto dan Johni Asadoma. Keduanya menyampaikan solusi terbaik mereka terkait penanganan TPPO, saat debat perdana Pilgub NTT 2024, baru-baru ini. Jane, yang […]

  • NCS Polri dan Personil Polda Aceh lakukan pose bersama usai memberikan arahan pilkada di Gedung Presisi Mapolda Aceh (Istimewa/Lintas Sumba)

    Jelang Pilkada Serentak 2024, NCS Polri Gandeng FKUB Aceh Rawat Kerukunan

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, Nusantara Cooling System (Ops NCS) Polri gelar audiensi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini digelar guna untuk menjaga suasana pilkada berjalan lancar dan aman serta berlangsung di Gedung Presisi Mapolda Aceh pada Kamis, 11 […]

  • Tampilan Aplikasi Sirekap Pemilu 2024

    Sirekap Sempat Dihentikan Sementara, KPU RI Bilang Begini

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilu 2024 sempat dihentikan untuk sinkronisasi data. Tindakan sinkronisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hak informasi bagi masyarakat umum. Maka dari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) selalu berusaha menyediakan data yang akurat mengenai hasil suara yang diperoleh oleh para peserta Pemilu 2024 […]

  • Acara penetapan Jadwal Pilkada 2024 di Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta, pada Minggu, 31 Maret 2024 (Instagram/@kpu_ri/Lintas Sumba)

    KPU RI Gelar Peluncuran Pilkada Serentak 2024, Ini Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 telah menjadi sorotan utama di Indonesia. Pilkada tersebut akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di 37 Provinsi di Indonesia. Acara peluncuran tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 telah dilaksanakan di Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta, pada Minggu, 31 Maret 2024. Saat ditemui […]

  • Ketua Fraksi PAN Sumba Barat Daya (SBD), Alfonsus Yamba Kodi, saat dialog dengan Yayasan Harapan Sumba (YHS) di Pasola Hall Sinar Tambolaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Fraksi PAN SBD Dorong Sinkronisasi Data Disabilitas antara Pemerintah dan YHS

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Yayasan Harapan Sumba (YHS) terus menguatkan misi kemanusiaan dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas serta kelompok rentan. Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti ini sangat penting dalam memperkuat agenda perlindungan kelompok marjinal. Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PAN Sumba Barat Daya (SBD), Alfonsus Yamba Kodi, saat dialog […]

expand_less