Undur Diri dari PSI, Begini Jejak Dedikasi dan Cinta Jane Natalia Suryanto terhadap NTT

LINTAS SUMBA – Jane Natalia Suryanto, nama yang kini semakin familiar di telinga masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjadi sosok yang memegang peranan penting dalam kegiatan sosial dan politik di wilayah tersebut.

Meskipun bukan asli dari NTT, kepedulian dan aktivitas sosialnya telah menyatukannya dengan masyarakat setempat dan mengukir namanya di bumi Flobamorata.

Jane, yang memandang NTT sebagai rumah kedua, menegaskan cintanya yang mendalam terhadap daerah ini.

“NTT rumah saya. Saya tidak bisa meninggalkan NTT terlalu lama. Setiap tahun pasti ada waktu untuk kembali,” ungkap Jane dalam wawancaranya dikutip dari Pos Kupang Podcast, pada Tanggal, 10 Juni 2024.

Baca Juga:  Pesta Adat Kelewatan, Alfonsus Yamba Kodi: Kembalikan ke Proses Awal Seperti Dulu!

Dedikasinya terhadap NTT terlihat jelas dari keputusannya untuk terlibat lebih jauh dalam pemerintahan dengan mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur dalam Pemilihan Gubernur NTT 2024, setelah sebelumnya gagal terpilih sebagai anggota DPR RI.

Jane lahir di Karawang, Jawa Barat, pada 30 Desember 1982, dan kini berdomisili di Jakarta Selatan. Usai menyelesaikan pendidikan SMA di Jakarta, ia melanjutkan studi di Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat, dan meraih gelar Sarjana Akuntansi pada Agustus 2004.

Baca Juga:  Bantah Isu Provokatif, Ansy Lema: Prabowo Subianto Tak Boleh Dikerdilkan untuk Kepentingan Politik

Pendidikan tinggi Jane tidak berhenti di situ. Ia kemudian memperoleh gelar MBA dengan spesialisasi Keuangan, Akuntansi, dan Bisnis Global dari Rice University, Houston, Texas, pada Mei 2007.

Selama masa kuliahnya, Jane aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa, termasuk sebagai Vice President of Networking and External Affairs di International Management Club di Houston dan Vice President National Association of Women MBA – Rice Chapter.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Jane bekerja di Amerika Serikat sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *