Kunjungi Kampung Adat Padangi Rowa, Fransiscus Go Dibalut Kain Sumba
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 5 Feb 2024
- comment 2 komentar
- print Cetak

Fransiscus Go di Kampung Adat Padangi Rowa (Robert Kadang/Tim FG/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bangunan rumah yang mengelilingi beberapa makam leluhur yang terletak di batu-batu yang berbentuk peti jenazah pun terlihat di sana. Konon, makam nenek moyang tersebut sudah tua sekali, sudah berusia mencapai ratusan tahun.
Kunjungan tersebut ternyata melebihi harapan Fransiscus Go yang awalnya hanya ingin bertemu, bercerita dari hati ke hati, soal siapa dia? Apa keinginannya? Hingga rencana maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT.
Begitu tahu Fransiscus Go dan tim sudah tiba, warga kampung lalu berkumpul. Direktur Yayasan Felix Maria Go itu kemudian menyalami satu per satu tetua kampung.
Ada sesuatu yang menarik. Selain memberikan salam satu per satu tetua, Fransiscus Go diwajibkan untuk “cium hidung”.
Cium hidung adalah hal yang harus dilakukan ketika berkunjung ke rumah orang sumba sebab itu adalah bentuk penghormatan dan kedekatan antara satu sama lain.
Fransiscus Go benar-benar memperlihatkan kesahajaannya. Tak pandang bulu, dia menyalami dan mencium hidung warga Kampung Padangi Rowa.
Apakah dirinya sudah resmi diterima sebagai warga kampung itu? sepertinya belum. Masih ada rangkaian adat yang harus dilaluinya.
Fransiscus Go kemudian diminta naik ke salah satu rumah adat (rumah utama). Beberapa pakaiannya dilecuti dan diganti dengan pakaian adat. Ia dibalut kain tenun Sumba dan di kepalanya dipasangi Kapauta (Rowa/kain ikat kepala).
Melihat itu, Tim Fransiscus Go pun saling lirik lalu tersenyum.
“Sudah seperti Umbu,” kata mereka.
- Penulis: Johan Sogara








Luar Biasa Frasiscus Go, Calon Gubernur NTT…
5 Februari 2024 20:08Terima kasih saudara..
5 Februari 2024 22:20