Sebut Paket Lain Tidak Punya Jaringan, Klaim Johni Asadoma Patut Dipertanyakan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur NTT 2024: (Kiri ke Kanan) Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jika dilihat dari berbagai perspektif, klaim Johni Asadoma tentang kurangnya jaringan pasangan lain di pemerintah pusat tampaknya tidak mencerminkan realitas.
Memiliki akses kepada pejabat tinggi bukanlah satu-satunya indikator kemampuan untuk mengembangkan daerah.
Yang lebih penting adalah bagaimana jaringan itu digunakan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kita tidak bisa menilai kualitas calon hanya dari jaringan yang mereka klaim miliki. Sebaliknya, kita harus melihat rekam jejak dan tindakan nyata yang telah mereka lakukan untuk NTT.
Ansy Lema dan Jane Natalia telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya memiliki jaringan, tetapi juga menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jika dilihat lagi calon gubernur lainnya, Simon Petrus Kamlasi (SPK) dikenal sebagai “Simon Air” oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
SPK adalah prajurit air yang kini menjabat sebagai staf ahli Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di bidang lingkungan hidup.
Sedangkan wakilnya, Adrianus Garu, atau yang kerap disapa Andre Garu bukanlah figur baru di kancah perpoltikan tanah air.
Dengan demikian, pemilih perlu lebih kritis dalam menilai klaim-klaim semacam ini. Kita butuh pemimpin yang tidak hanya pandai berorasi, tetapi juga dapat menunjukkan hasil nyata dari kerja dan jaringan yang mereka miliki.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar